Minggu, 11 Maret 2012

Lelucon

Alkisah terjadi sebuah kecelakaan pesawat yang ditumpangi oleh 3 orang Pilot, mereka berhasil melakukan pendaratan pesawat darurat disebuah pulau di wilayah antah berantah. Tak lama 3 orang pilot tersebut ditangkap oleh suku primitif, tangan dan kaki mereka diikat untuk dipancung karena mendarat di wilayah terlarang suku itu. Dengan bahasa yang campur aduk mereka memohon pada kepala suku untuk diampuni, akhirnya sang kepala suku berkata :

” Baiklah, Aku akan mengampuni kalian, syaratnya asal kalian sekarang pergi ke hutan dan kembali membawa 10 butir buah-buahan apa saja, kuberikan kalian waktu 1 jam. Kalau tidak, kalian akan ku pancung! ”
Dengan semangat 45 ketiga pilot masuk hutan dan berlomba mencari buah apa saja, Pilot I datang pertama, dan menyerahkan buah pada kepala suku :

Pilot I : Kepala Suku, saya datang membawa 10 buah Apel, sekarang ampuni saya.
Kepala Suku : Jangan senang dulu, sebagai hukuman, masukan 10 buah apel tadi ke lubang pantat kamu. Syaratnya tidak boleh menunjukan ekspresi seperti menangis,kesakitan,tertawa atau lainnya.

Buah apel 1 masuk dengan sukses, begitu jugadengan buah apel 2, di buah apel ke 3 Pilot I tidak bisa menahan rasa sakit, dan menjerit kesakitan. Kontan kepalanya dipenggal dan masuk Surga.

Pilot II kenudian datang membawa 10 butir buah lengkeng, dan kepala suku memberi perintah yang sama. 1,2,3,4,5,6,7,8, buah lengkeng masuk dengan mudah, di lengkeng ke 9 kepala Pilot II dipenggal oleh kepala suku. Pilot II langsung masuk Surga.

Di Surga Pilot II bertemu Pilot I dan berbagi cerita :

Pilot II : Kok kamu bisa dipenggal, kamu bawa buah apa?

Pilot I : Buah Apel, dan aku menjerit kesakitan karna tidak sanggup.

Pilot II : wah, Pantas. Kalau aku Beruntung membawa buah kelengkeng.

Pilot I : Lalu kenapa kamu bisa dipenggal juga?

Pilot II : Begini, Saat aku sudah sukses memasukan Lengkeng Ke 9, aku tertawa terbahak-bahak. Ya, aku langsung dipenggal.

Pilot I : Kenapa kamu bisa tertawa terbahak-bahak?

Pilot II : Aku melihat Pilot III datang sambil tersenyum lebar dengan menenteng 10 buah Duren!!

Kamis, 13 Oktober 2011

Percintaan Yang Buruk

Aku tak pernah menyatakan hal yang kurasakan pada siapapun. Mungkin hanya pada sahabat-sahabatku. Nurul, Ovi, dan Utty. Aku selalu bersandiwara dalam hidup. Aku ingin seperti yang lain jalani hidup dengan jujur. Sayangnya sandiwaraku terlalu hebat sehingga aku sendiri pun terjebak dalam sandiwaraku yang begitu kompleks.


Novita(Ovi) dia adalah orang yang suka romantika. Banyak kisah cintanya yang telah dia ceritakan padaku dan juga Nurul serta Utty. Dia adalah sahabat yang mengerti aku saat aku sedang alami hal yang kompleks. Dia juga selalu membelaku dari orang yang kubenci. Tindakannya itu membuat hatiku merasa terharu.

Nurul adalah orang yang tangguh dalam menjalani hidup. Tak ada kata menyerah. Dia memang di nilai agak egois, sebenarnya ada sisi baiknya yang tiada bandingannya dengan orang lain. Dia selalu memberikan tawa dan hl yg lain pd kami.

Ukhti(Utty) dia orang yang paling mengerti aku. Dia memahami setiap hal yang kusembunyikan. Dia memiliki sifat dewasa seperti halnya aku. Hanya aku dan dia yang 1 tahun lebih dewasa dari Ovi dan Nurul. Sungguh aku tak mau berpisah dengannya begitu pula Ovi dan Nurul.

Di Belakang kelas X.9








Hari Pertama NOUZ Terbentuk

Dulu kami terpisah dari kelas X.9 karena ruangan kelas X.9 belum ada, jadi kami dan teman-teman di kelas X.9 di pisah ke kelas X.4-X.8. Aku tak mau membicarakan tentang kelas X.1-X.3.

Dan aku di tempatkan di X.8 bersama Utty. Lambat laun kami akrab dengan kelas yang kami tempati sementara hingga kami tidak ingin berpisah dari kelas tersebut. Tapi saat kelas X.9 di bentuk kembali, aku rasa itu saatnya bagiku untuk kembali ke kelas ku yang sebenarnya meski aku tak ingin berpisah dengan teman-teman di X.8.

Tapi lambat laun aku dan teman-teman X.9 akrab kembali di X.9. Pada tahun 2011, tanggal 19 April terbentuklah Geng bernama NOUZ. Itu julukan dari Nurul, Ovi, Utty, dan Zakki. Aku tak pernah menyangka hal yang sangat kompleks dan saling berbentur-bentur telah terjadi dalam hidupku. Keberadaanku telah diakui dengan sangat terhormatnya oleh mereka. Kami menjalin persahabatan di kelas X.9.